1. Cinta ini, yang selama kujaga dan kudekap hanya untukmu
2. Tiba-tiba hilang seperti embun dihempas cahaya mentari… Entahlah, aku hanya
merasakan hampa dan sepi
3. Terus bersemi… Setiap kali aku menatap wajahmu,
4. Aku bahkan enggan untuk sekadar berpaling memandang wajah dan semu di
pipimu lagi.
5. Hanya satu… Satu hal kesungguhan dan keyakinan yang ingin aku lakukan, yaitu
6. Menanti datangnya hati yang lain. Percayalah, jangan pernah membayangkan
aku akan
7. Menikahimu dan tumbuh bersamamu. Percakapan kita terakhir kali
8. Terlampau membosankan, dan tolong jangan harapkan pertemuan itu akan
9. Membuatku ingin bertemu dan meneduhkanmu lagi dalam dekapanku.
10. Sayangnya, kamu selalu hanya memikirkan dirimu sendiri.
11. Seandainya saja… Suatu saat nanti ketika kita menikah dan sebaris janji
telah terujar, aku sungguh percaya bahwa
12. Hidup kita akan terasa luruh dan jatuh, dan aku tak akan pernah merasakan
13. hal itu akan menjadi keajaiban dalam hidupku karena aku dapat hidup
bersamamu dan mencintaimu selamanya. Aku menyimpan hati ini
14. Untuk dicintai, tapi hati ini, cinta ini, bukanlah sesuatu
15. Yang setulusnya telah kutitipkan padamu. Tiada seorang pun yang lebih
16. Egois daripada kamu. Dalam hati, keyakinanku tak akan pernah berubah bahwa
kamu takkan
17. Mampu untuk menjagaku, menawan jiwaku dan menemaniku tanpa syarat.
18. Setulusnya aku hanya ingin kamu memahami bahwa
19. Aku mengatakan semua ini dengan sungguh-sungguh. Apakah kamu bersedia
menolongku
20. Bila engkau juga merasa ini akhirnya, tolong tak perlu berusaha
21. Untuk menjawab semua ini. Seluruh surat yang telah engkau sampaikan
menorehkan
22. Hal-hal yang tak membuatku terpikat. Dewi waktu yang berdentang, kamu tidak
akan pernah memiliki
23. Cinta sejati dariku. Selamat tinggal… Percayalah,
24. Aku tak akan akan kembali kepadamu lagi. Tolonglah, jangan pernah berharap
25. Bahwa aku, akan, selalu menjadi kekasihmu, selamanya…
Tolong, jangan engkau menangis, seka dulu air matamu… Satu permintaan terakhir dariku untukmu, jika kamu ingin tahu dalamnya hatiku, tolong baca surat ini dengan membaca dari angka ganjil, maka kamu akan paham is hatiku sebenarnya. Bukankah cinta untuk saling memahami?
2. Tiba-tiba hilang seperti embun dihempas cahaya mentari… Entahlah, aku hanya
merasakan hampa dan sepi
3. Terus bersemi… Setiap kali aku menatap wajahmu,
4. Aku bahkan enggan untuk sekadar berpaling memandang wajah dan semu di
pipimu lagi.
5. Hanya satu… Satu hal kesungguhan dan keyakinan yang ingin aku lakukan, yaitu
6. Menanti datangnya hati yang lain. Percayalah, jangan pernah membayangkan
aku akan
7. Menikahimu dan tumbuh bersamamu. Percakapan kita terakhir kali
8. Terlampau membosankan, dan tolong jangan harapkan pertemuan itu akan
9. Membuatku ingin bertemu dan meneduhkanmu lagi dalam dekapanku.
10. Sayangnya, kamu selalu hanya memikirkan dirimu sendiri.
11. Seandainya saja… Suatu saat nanti ketika kita menikah dan sebaris janji
telah terujar, aku sungguh percaya bahwa
12. Hidup kita akan terasa luruh dan jatuh, dan aku tak akan pernah merasakan
13. hal itu akan menjadi keajaiban dalam hidupku karena aku dapat hidup
bersamamu dan mencintaimu selamanya. Aku menyimpan hati ini
14. Untuk dicintai, tapi hati ini, cinta ini, bukanlah sesuatu
15. Yang setulusnya telah kutitipkan padamu. Tiada seorang pun yang lebih
16. Egois daripada kamu. Dalam hati, keyakinanku tak akan pernah berubah bahwa
kamu takkan
17. Mampu untuk menjagaku, menawan jiwaku dan menemaniku tanpa syarat.
18. Setulusnya aku hanya ingin kamu memahami bahwa
19. Aku mengatakan semua ini dengan sungguh-sungguh. Apakah kamu bersedia
menolongku
20. Bila engkau juga merasa ini akhirnya, tolong tak perlu berusaha
21. Untuk menjawab semua ini. Seluruh surat yang telah engkau sampaikan
menorehkan
22. Hal-hal yang tak membuatku terpikat. Dewi waktu yang berdentang, kamu tidak
akan pernah memiliki
23. Cinta sejati dariku. Selamat tinggal… Percayalah,
24. Aku tak akan akan kembali kepadamu lagi. Tolonglah, jangan pernah berharap
25. Bahwa aku, akan, selalu menjadi kekasihmu, selamanya…
Tolong, jangan engkau menangis, seka dulu air matamu… Satu permintaan terakhir dariku untukmu, jika kamu ingin tahu dalamnya hatiku, tolong baca surat ini dengan membaca dari angka ganjil, maka kamu akan paham is hatiku sebenarnya. Bukankah cinta untuk saling memahami?


Posting Komentar